<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Bless for Being Blessed</title>
	<atom:link href="http://primandaruwidjaya.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://primandaruwidjaya.wordpress.com</link>
	<description>My live is about HIM, not about ME</description>
	<lastBuildDate>Sat, 17 Dec 2011 01:17:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='primandaruwidjaya.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Bless for Being Blessed</title>
		<link>http://primandaruwidjaya.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://primandaruwidjaya.wordpress.com/osd.xml" title="Bless for Being Blessed" />
	<atom:link rel='hub' href='http://primandaruwidjaya.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Tak Sesulit yang Dibayangkan</title>
		<link>http://primandaruwidjaya.wordpress.com/2011/10/08/tak-sesulit-yang-dibayangkan/</link>
		<comments>http://primandaruwidjaya.wordpress.com/2011/10/08/tak-sesulit-yang-dibayangkan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Oct 2011 06:51:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>primandaruwidjaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspiring Stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://primandaruwidjaya.wordpress.com/?p=351</guid>
		<description><![CDATA[Di sebuah ladang terdapat sebongkah batu yang amat besar. Dan seorang petani tua selama bertahun-tahun membajak tanah yang ada di sekeliling batu besar itu. Sudah cukup banyak mata bajak yang pecah gara-gara membajak di sekitar batu itu. Padi-padi yang ditanam di sekitar batu itu pun tumbuh tidak baik. Hari ini mata bajaknya pecah lagi. Ia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=primandaruwidjaya.wordpress.com&amp;blog=6024128&amp;post=351&amp;subd=primandaruwidjaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di sebuah ladang terdapat sebongkah batu yang amat besar. Dan seorang petani tua selama bertahun-tahun membajak tanah yang ada di sekeliling batu besar itu. Sudah cukup banyak mata bajak yang pecah gara-gara membajak di sekitar batu itu. Padi-padi yang ditanam di sekitar batu itu pun tumbuh tidak baik.</p>
<p>Hari ini mata bajaknya pecah lagi. Ia lalu memikirkan bahwa semua kesulitan yang dialaminya disebabkan oleh batu besar ini. Lalu ia memutuskan untuk melakukan sesuatu pada batu itu.</p>
<p>Lalu ia mengambil linggis dan mulai menggali lubang di bawah batu. Betapa terkejutnya ia ketika mengetahui bahwa batu itu hanya setebal sekitar beberapa inchi saja. Sebenarnya batu itu bisa dengan mudah dipecahkan dengan palu biasa. Kemudian ia lalu menghancurkan batu itu sambil tersenyum gembira. Ia teringat bahwa semua kesulitan yang di alaminya selama bertahun-tahun oleh batu itu ternyata bisa diatasinya dengan mudah dan cepat.</p>
<p>Kita sering ditakuti oleh bayangan seolah permasalahan yang kita hadapi tampak besar, padahal ketika kita mau melakukan sesuatu, persoalan itu mudah sekali diatasi.</p>
<p>Maka, atasi persoalan anda sekarang. Karena belum tentu sebesar yang anda takutkan, dan belum tentu sesulit yang anda bayangkan. (Anonim)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/primandaruwidjaya.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/primandaruwidjaya.wordpress.com/351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/primandaruwidjaya.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/primandaruwidjaya.wordpress.com/351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/primandaruwidjaya.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/primandaruwidjaya.wordpress.com/351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/primandaruwidjaya.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/primandaruwidjaya.wordpress.com/351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/primandaruwidjaya.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/primandaruwidjaya.wordpress.com/351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/primandaruwidjaya.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/primandaruwidjaya.wordpress.com/351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/primandaruwidjaya.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/primandaruwidjaya.wordpress.com/351/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=primandaruwidjaya.wordpress.com&amp;blog=6024128&amp;post=351&amp;subd=primandaruwidjaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://primandaruwidjaya.wordpress.com/2011/10/08/tak-sesulit-yang-dibayangkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d723d796702db2303aadbb00ec97f38d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">primandaruwidjaya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Setiap Masalah Dapat Dipecahkan</title>
		<link>http://primandaruwidjaya.wordpress.com/2011/10/08/setiap-masalah-dapat-dipecahkan/</link>
		<comments>http://primandaruwidjaya.wordpress.com/2011/10/08/setiap-masalah-dapat-dipecahkan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Oct 2011 06:43:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>primandaruwidjaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspiring Stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://primandaruwidjaya.wordpress.com/?p=346</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu hari, dalam seminar doktoral tingkat atas mengenai matematika, seorang profesor menuliskan soal yang tidak bisa dipecahkan di papan tulis. Para ahli matematika sudah berusaha selama bertahun-tahun menemukan jawaban soal ini. Profesor berusaha menekankan kepada para mahasiswa bahwa tidak ada jawaban yang mudah. Dia mengatakan kepada mereka, &#8220;Soal ini tidak bisa dipecahkan, tetapi saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=primandaruwidjaya.wordpress.com&amp;blog=6024128&amp;post=346&amp;subd=primandaruwidjaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada suatu hari, dalam seminar doktoral tingkat atas mengenai matematika, seorang profesor menuliskan soal yang tidak bisa dipecahkan di papan tulis. Para ahli matematika sudah berusaha selama bertahun-tahun menemukan jawaban soal ini.</p>
<p>Profesor berusaha menekankan kepada para mahasiswa bahwa tidak ada jawaban yang mudah. Dia mengatakan kepada mereka, &#8220;Soal ini tidak bisa dipecahkan, tetapi saya ingin kalian melewatkan waktu satu jam penuh untuk berusaha memecahkannya.&#8221;</p>
<p>Seorang mahasiswa datang kira-kira lima menit setelah profesor memberikan tugas itu. Dia duduk, melihat soal di papan tulis dan mulai mengerjakannya, dan dia memecahkannya, hanya karena dia tidak pernah mendengar ada orang mengatakan soal itu tidak bisa dipecahkan.</p>
<p>Saya bertanya-tanya dalam hati sebanyak apa masalah yang tidak bisa dipecahkan oleh Anda dan saya hanya karena kita mendengar tidak ada pemecahannya.</p>
<p>Kunci pertama untuk menangani masalah adalah mendapatkan pendirian yang benar: bahwa setiap masalah bisa dipecahkan.</p>
<p>&#8220;Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil&#8221; (Lukas 1:37). (Anonim)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/primandaruwidjaya.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/primandaruwidjaya.wordpress.com/346/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/primandaruwidjaya.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/primandaruwidjaya.wordpress.com/346/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/primandaruwidjaya.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/primandaruwidjaya.wordpress.com/346/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/primandaruwidjaya.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/primandaruwidjaya.wordpress.com/346/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/primandaruwidjaya.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/primandaruwidjaya.wordpress.com/346/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/primandaruwidjaya.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/primandaruwidjaya.wordpress.com/346/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/primandaruwidjaya.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/primandaruwidjaya.wordpress.com/346/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=primandaruwidjaya.wordpress.com&amp;blog=6024128&amp;post=346&amp;subd=primandaruwidjaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://primandaruwidjaya.wordpress.com/2011/10/08/setiap-masalah-dapat-dipecahkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d723d796702db2303aadbb00ec97f38d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">primandaruwidjaya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hidup Yang Bermakna</title>
		<link>http://primandaruwidjaya.wordpress.com/2009/12/09/hidup-yang-bermakna/</link>
		<comments>http://primandaruwidjaya.wordpress.com/2009/12/09/hidup-yang-bermakna/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Dec 2009 14:46:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>primandaruwidjaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspiring Stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://primandaruwidjaya.wordpress.com/?p=304</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah kisah bercerita tentang seorang guru yang berambisi menjadi kepala sekolah. Setahun ia beradaptasi dengan pekerjaannya yang baru sebagai tenaga pengajar. Selanjutnya ia terbenam dalam rutinitas sehari-hari. Beberapa tahun kemudian ia merasa bahwa waktu yang dilaluinya selama itu cukup memadai untuk bekal mencari pekerjaan sebagai kepala sekolah. Mulailah ia melamar dari tahun ke tahun setiap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=primandaruwidjaya.wordpress.com&amp;blog=6024128&amp;post=304&amp;subd=primandaruwidjaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah kisah bercerita tentang seorang guru yang berambisi menjadi kepala sekolah. Setahun ia beradaptasi dengan pekerjaannya yang baru sebagai tenaga pengajar. Selanjutnya ia terbenam dalam rutinitas sehari-hari.</p>
<p>Beberapa tahun kemudian ia merasa bahwa waktu yang dilaluinya selama itu cukup memadai untuk bekal mencari pekerjaan sebagai kepala sekolah.</p>
<p>Mulailah ia melamar dari tahun ke tahun setiap kali ia mendengar lowongan untuk kepala sekolah terbuka di kotanya. Namun, setiap kali melamar, ia gagal. Sudah 15 tahun ia menjadi guru dan sudah lebih dari 8 kali ia melamar.</p>
<p>Kenyataan ini membuatnya gusar: seorang guru lain yang menurutnya hanya berpengalaman kerja tujuh tahun, berhasil menduduki posisi yang ia dambakan.</p>
<p>Dengan marah, ia menelpon ketua yayasan sekolah yang bersangkutan, &#8220;Aneh sekali kalau Anda menerima orang tersebut, bukan saya,&#8221; ia mencemooh. &#8221; Saya lebih senior, Pengalaman saya 15 tahun, sedangkan ia hanya tujuh tahun!!</p>
<p><img class="alignleft" title="Tangan" src="http://4.bp.blogspot.com/_3WMP-JYkV30/ScM3Ihr8PZI/AAAAAAAAAZE/3P2Q2DUS1PI/s320/tangan.jpg" alt="Kualitas bukan kuantitas" width="132" height="132" />&#8220;Oh Anda keliru,&#8221; Ketua Yayasan itu menanggapi, &#8220;Ia berpengalaman tujuh tahun. Kalau Anda, hanya satu tahun yang diulang sebanyak 15 kali&#8221;.<br />
<strong>Hidup tidak diukur dari lamanya, tetapi dari isinya.</strong></p>
<blockquote><p>&#8220;Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian hingga kami beroleh <em><strong>hati yang bijaksana</strong></em>&#8221; (Mazmur 90:12).</p></blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/primandaruwidjaya.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/primandaruwidjaya.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/primandaruwidjaya.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/primandaruwidjaya.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/primandaruwidjaya.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/primandaruwidjaya.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/primandaruwidjaya.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/primandaruwidjaya.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/primandaruwidjaya.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/primandaruwidjaya.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/primandaruwidjaya.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/primandaruwidjaya.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/primandaruwidjaya.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/primandaruwidjaya.wordpress.com/304/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=primandaruwidjaya.wordpress.com&amp;blog=6024128&amp;post=304&amp;subd=primandaruwidjaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://primandaruwidjaya.wordpress.com/2009/12/09/hidup-yang-bermakna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d723d796702db2303aadbb00ec97f38d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">primandaruwidjaya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://4.bp.blogspot.com/_3WMP-JYkV30/ScM3Ihr8PZI/AAAAAAAAAZE/3P2Q2DUS1PI/s320/tangan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tangan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bola, Pemain, dan Komentator</title>
		<link>http://primandaruwidjaya.wordpress.com/2009/11/15/bola-pemain-dan-komentator/</link>
		<comments>http://primandaruwidjaya.wordpress.com/2009/11/15/bola-pemain-dan-komentator/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 03:55:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>primandaruwidjaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Seru]]></category>
		<category><![CDATA[Inspiring Stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://primandaruwidjaya.wordpress.com/?p=293</guid>
		<description><![CDATA[Sore itu beberapa tahun yang lalu, aku sedang asyik nonton pertandingan sepakbola. Final! pasti seru pertandingan itu. Sampai pada suatu adegan di mana seorang penyerang mendapat umpan dari teman setimnya. Dengan manis dia menghentikan bola yang melaju deras itu, menjaganya dari sergapan lawan. Lalu dengan cantik ia membelokkan bola sekaligus mengecoh penjaga gawang. Ia hanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=primandaruwidjaya.wordpress.com&amp;blog=6024128&amp;post=293&amp;subd=primandaruwidjaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sore itu beberapa tahun yang lalu, aku sedang asyik nonton pertandingan sepakbola. Final! pasti seru pertandingan itu.</p>
<p>Sampai pada suatu adegan di mana seorang penyerang mendapat umpan dari teman setimnya. Dengan manis dia menghentikan bola yang melaju deras itu, menjaganya dari sergapan lawan. Lalu dengan cantik ia membelokkan bola sekaligus mengecoh penjaga gawang. Ia hanya berhadapan dengan gawang sekitar 12 x 2.25 meter yang kosong melompong setelah ditinggal tuannya.</p>
<p>Penonton sudah bersorak, &#8220;Gol!!&#8221; Waktu seakan berhenti sejenak. Penyerang itu menendangnya. Dug! Jantungku berdetak lebih keras saat menyadari tendangannya hanya melambung tipis. Aku berteriak, &#8220;Goblok!!! Begitu saja tidak gol&#8221;.<span id="more-293"></span></p>
<p>Papaku yang mendengar hanya tersenyum. Ia berkata, &#8220;Kamu tidak merasakan apa yang penyerang itu rasakan. Kamu tidak melihat apa yang ia lihat dan kamu tidak mendengar apa yang ia dengar&#8221;.</p>
<p>&#8220;Mungkin saja gawang begitu besarnya yang kau lihat hanya sebesar rumah semut di matanya. Mungkin saja suara pendukungnya terdengar seperti dentingan jarum jatuh saat kau sedang tenggelam dalam keseriusanmu. Dan sesungguhnya, kita tidak berhak mengadili atau menghakimi sesuatu apabila kita tidak terlibat di dalamnya. Karena kita tidak tau apa yang dirasakan oleh para pemain&#8221;.</p>
<p>Saat jeda pertandingan, komentator ramai menjelaskan analisanya tentang bagaimana gol itu tidak jadi lahir. Rata-rata komentar mereka terdengar lebih pintar daripada sang pemain atau bahkan dari sang pelatih. Papaku berkata, &#8220;Komentar apapun tidak akan merubah hasil pertandingan. Karena komentator itu tidak terlibat di dalamnya. Ia tidak akan merasakan suasana pertandingan yang sesungguhnya. Lagipula, apa pemain mendengarkan komentarnya? Selagi para komentator ini mengobral suaranya di sini, pemain mendengarkan instruksi pelatihnya. Yang dapat merubah hasil pertandingan hanyalah para pemain&#8221;.</p>
<p>Kemudian di telingaku terngiang kalimat yang aku dengar sebelumnya. Dan kali ini kubisikkan pelan-pelan kepada komentator itu, meskipun aku sangat yakin ia tidak akan mendengar, &#8220;Dan sesungguhnya, kita tidak berhak mengadili atau menghakimi sesuatu apabila kita tidak terlibat di dalamnya. Karena kita tidak tau apa yang dirasakan oleh para pemain&#8221;. (Anonim)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/primandaruwidjaya.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/primandaruwidjaya.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/primandaruwidjaya.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/primandaruwidjaya.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/primandaruwidjaya.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/primandaruwidjaya.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/primandaruwidjaya.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/primandaruwidjaya.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/primandaruwidjaya.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/primandaruwidjaya.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/primandaruwidjaya.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/primandaruwidjaya.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/primandaruwidjaya.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/primandaruwidjaya.wordpress.com/293/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=primandaruwidjaya.wordpress.com&amp;blog=6024128&amp;post=293&amp;subd=primandaruwidjaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://primandaruwidjaya.wordpress.com/2009/11/15/bola-pemain-dan-komentator/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d723d796702db2303aadbb00ec97f38d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">primandaruwidjaya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mencintai dengan segenap hati, jiwa, dan raga</title>
		<link>http://primandaruwidjaya.wordpress.com/2009/09/24/mencintai-dengan-segenap-hati-jiwa-dan-raga/</link>
		<comments>http://primandaruwidjaya.wordpress.com/2009/09/24/mencintai-dengan-segenap-hati-jiwa-dan-raga/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2009 05:43:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>primandaruwidjaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Seru]]></category>
		<category><![CDATA[Inspiring Stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://primandaruwidjaya.wordpress.com/?p=283</guid>
		<description><![CDATA[Di sebuah kota di California, tinggal seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun yang bernama Luke. Luke gemar bermain bisbol. Ia bermain pada sebuah tim bisbol di kotanya yang bernama Little League. Luke bukanlah seorang pemain yang hebat. Pada setiap pertandingan, ia lebih banyak menghabiskan waktunya di kursi pemain cadangan. Akan tetapi, ibunya selalu hadir di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=primandaruwidjaya.wordpress.com&amp;blog=6024128&amp;post=283&amp;subd=primandaruwidjaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di sebuah kota di California, tinggal seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun yang bernama Luke. Luke gemar bermain bisbol. Ia bermain pada sebuah tim bisbol di kotanya yang bernama Little League. Luke bukanlah seorang pemain yang hebat. Pada setiap pertandingan, ia lebih banyak menghabiskan waktunya di kursi pemain cadangan. Akan tetapi, ibunya selalu hadir di setiap pertandingan untuk bersorak dan memberikan semangat saat Luke dapat memukul bola maupun tidak.</p>
<p>Kehidupan Sherri Collins, ibu Luke, sangat tidak mudah. Ia menikah dengan kekasih hatinya saat masih kuliah. Kehidupan mereka berdua setelah pernikahan berjalan seperti cerita dalam buku-buku roman. Namun, keadaan itu hanya berlangsung sampai pada musim dingin saat Luke berusia tiga tahun. Pada musim dingin, di jalan yang berlapis es, suami Sherri meninggal karena mobil yang ditumpanginya bertabrakan dengan mobil yang datang dari arah berlawanan. Saat itu, ia dalam perjalanan pulang dari pekerjaan paruh waktu yang biasa dilakukannya pada malam hari.</p>
<p><span id="more-283"></span><br />
&#8220;Aku tidak akan menikah lagi,&#8221; kata Sherri kepada ibunya. &#8220;Tidak ada yang dapat mencintaiku seperti dia&#8221;. &#8220;Kau tidak perlu meyakinkanku,&#8221; sahut ibunya sambil tersenyum. Ia adalah seorang janda dan selalu memberikan nasihat yang dapat membuat Sherri merasa nyaman. &#8220;Dalam hidup ini, ada seseorang yang hanya memiliki satu orang saja yang sangat istimewa bagi dirinya dan tidak ingin terpisahkan untuk selama-lamanya. Namun jika salah satu dari mereka pergi, akan lebih baik bagi yang ditinggalkan untuk tetap sendiri daripada ia memaksakan mencari penggantinya.&#8221;</p>
<p>Sherri sangat bersyukur bahwa ia tidak sendirian. Ibunya pindah untuk tinggal bersamanya. Bersama-sama, mereka berdua merawat Luke. Apapun masalah yang dihadapi anaknya, Sherri selalu memberikan dukungan sehingga Luke akan selalu bersikap optimis. Setelah Luke kehilangan seorang ayah, ibunya juga selalu berusaha menjadi seorang ayah bagi Luke.</p>
<p>Pertandingan demi pertandingan, minggu demi minggu, Sherri selalu datang dan bersorak-sorai untuk memberikan dukungan kepada Luke, meskipun ia hanya bermain beberapa menit saja. Suatu hari, Luke datang ke pertandingan seorang diri. &#8220;Pelatih&#8221;, panggilnya. &#8220;Bisakah aku bermain dalam pertandingan ini sekarang? Ini sangat penting bagiku. Aku mohon?&#8221;</p>
<p>Pelatih mempertimbangkan keinginan Luke. Luke masih kurang dapat bekerja sama antar pemain. Namun dalam pertandingan sebelumnya, Luke berhasil memukul bola dan mengayunkan tongkatnya searah dengan arah datangnya bola. Pelatih kagum tentang kesabaran dan sportivitas Luke, dan Luke tampak berlatih ekstra keras dalam beberapa hari ini.</p>
<p>&#8220;Tentu,&#8221; jawabnya sambil mengangkat bahu, kemudian ditariknya topi merah Luke. &#8220;Kamu dapat bermain hari ini. Sekarang, lakukan pemanasan dahulu.&#8221; Hati Luke bergetar saat ia diperbolehkan untuk bermain. Sore itu, ia bermain dengan sepenuh hatinya. Ia berhasil melakukan home run dan mencetak dua single. Ia pun berhasil menangkap bola yang sedang melayang sehingga membuat timnya berhasil memenangkan pertandingan.</p>
<p>Tentu saja pelatih sangat kagum melihatnya. Ia belum pernah melihat Luke bermain sebaik itu. Setelah pertandingan, pelatih menarik Luke ke pinggir lapangan. &#8220;Pertandingan yang sangat mengagumkan,&#8221; katanya kepada Luke. &#8220;Aku tidak pernah melihatmu bermain sebaik sekarang ini sebelumnya. Apa yang membuatmu jadi begini?&#8221;</p>
<p>Luke tersenyum dan pelatih melihat kedua mata anak itu mulai penuh oleh air mata kebahagiaan. Luke menangis tersedu-sedu. Sambil sesenggukan ia berkata, &#8220;Pelatih, ayahku sudah lama sekali meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil. Ibuku sangat sedih. Ia buta dan tidak dapat berjalan dengan baik akibat kecelakaan itu. Minggu lalu&#8230; Ibuku meninggal.&#8221; Luke kembali menangis.</p>
<p>Kemudian Luke menghapus air matanya, dan melanjutkan ceritanya dengan terbata-bata, &#8220;Hari ini&#8230; hari ini adalah pertama kalinya kedua orangtuaku dari surga datang pada pertandingan ini untuk bersama-sama melihatku bermain. Dan aku tentu saja tidak akan mengecewakan mereka&#8230;&#8221;. Luke kembali menangis terisak-isak.</p>
<p>Sang pelatih sadar bahwa ia telah membuat keputusan yang tepat dengan mengizinkan Luke bermain sebagai pemain utama hari ini. Sang pelatih yang berkepribadian sekuat baja, tertegun beberapa saat. Ia tidak mampu mengucapkan sepatah katapun untuk menenangkan Luke yang masih menangis. Tiba-tiba, baja itu meleleh. Sang pelatih tidak mampu menahan perasaannya sendiri, air mata mengalir dari kedua matanya, bukan sebagai seorang pelatih, tetapi sebagai seorang anak.</p>
<p>Sang pelatih sangat tergugah dengan cerita Luke. Ia sadar bahwa dalam hal ini, ia belajar banyak dari Luke. Bahkan seorang anak berusia 7 tahun berusaha melakukan yang terbaik untuk kebahagiaan orangtuanya, walaupun ayah dan ibunya sudah pergi selamanya. Luke baru saja kehilangan seorang Ibu yang begitu mencintainya.</p>
<p>Sang pelatih sadar, bahwa ia beruntung ayah dan ibunya masih ada. Mulai saat itu, ia berusaha melakukan yang terbaik untuk kedua orangtuanya, membahagiakan mereka, membagikan lebih banyak cinta dan kasih untuk mereka. Dia menyadari bahwa waktu sangat berharga, atau ia akan menyesal seumur hidupnya.</p>
<p>Hikmah yang dapat kita renungkan dari kisah Luke yang BARU berusia 7 TAHUN :</p>
<p>Mulai detik ini, lakukanlah yang terbaik untuk membahagiakan ayah dan ibu kita. Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk ayah dan ibu, dengan mengisi hari-hari mereka dengan kebahagiaan. Sisihkan lebih banyak waktu untuk mereka. Raihlah prestasi dan hadapi tantangan seberat apapun, melalui cara-cara yang jujur untuk membuat mereka bangga dengan kita. Bukannya melakukan perbuatan-perbuatan tak terpuji yang membuat mereka malu.</p>
<p>Kepedulian kita pada mereka adalah salah satu kebahagiaan mereka yang terbesar. Bahkan seorang anak berusia 7 tahun berusaha melakukan yang terbaik untuk membahagiakan ayah dan ibunya.</p>
<p>Sumber: Gifts From The Heart for Women &#8211; Karen Kingsbury</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/primandaruwidjaya.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/primandaruwidjaya.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/primandaruwidjaya.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/primandaruwidjaya.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/primandaruwidjaya.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/primandaruwidjaya.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/primandaruwidjaya.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/primandaruwidjaya.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/primandaruwidjaya.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/primandaruwidjaya.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/primandaruwidjaya.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/primandaruwidjaya.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/primandaruwidjaya.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/primandaruwidjaya.wordpress.com/283/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=primandaruwidjaya.wordpress.com&amp;blog=6024128&amp;post=283&amp;subd=primandaruwidjaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://primandaruwidjaya.wordpress.com/2009/09/24/mencintai-dengan-segenap-hati-jiwa-dan-raga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d723d796702db2303aadbb00ec97f38d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">primandaruwidjaya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Semut dan Belalang</title>
		<link>http://primandaruwidjaya.wordpress.com/2009/05/06/semut-dan-belalang/</link>
		<comments>http://primandaruwidjaya.wordpress.com/2009/05/06/semut-dan-belalang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 May 2009 09:49:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>primandaruwidjaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspiring Stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://primandaruwidjaya.wordpress.com/?p=256</guid>
		<description><![CDATA[Seorang ibu dari seorang anak berumur 9 tahun, menerima telepon siang hari itu. Telepon dari guru sekolah anak laki-lakinya. &#8220;Ibu, sesuatu yang tidak biasa terjadi hari ini di kelas anakmu. Anak laki-lakimu mengerjakan sesuatu yang sangat mengejutkan, jadi saya berpikir Anda seharusnya segera tahu tentang hal ini.&#8221; Sang ibu gelisah dan gugup ketika menerima telepon. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=primandaruwidjaya.wordpress.com&amp;blog=6024128&amp;post=256&amp;subd=primandaruwidjaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang ibu dari seorang anak berumur 9 tahun, menerima telepon siang hari itu. Telepon dari guru sekolah anak laki-lakinya.</p>
<p>&#8220;Ibu, sesuatu yang tidak biasa terjadi hari ini di kelas anakmu. Anak laki-lakimu mengerjakan sesuatu yang sangat mengejutkan, jadi saya berpikir Anda seharusnya segera tahu tentang hal ini.&#8221;</p>
<p>Sang ibu gelisah dan gugup ketika menerima telepon. &#8220;Apa yang terjadi?&#8221;, sang Ibu bertanya-tanya.</p>
<p>Guru itu meneruskan, &#8220;Saya telah mengajar selama bertahun-tahun dan belum pernah terjadi sesuatu seperti ini hingga sekarang. Pagi ini saya mengajar pelajaran &#8216;Menulis Kreatif&#8217;. Seperti biasanya, saya bercerita tentang Semut dan Belalang.<span id="more-256"></span></p>
<p>Semut berkerja keras selama musim panas dan mengumpulkan banyak persediaan makanan. Tetapi belalang bermain selama musim panas dan tidak bekerja. Kemudian musim dingin datang. Belalang mulai kelaparan karena tidak memiliki makanan. Jadi dia melompat ke rumah semut dan mulai mengemis. &#8216;Semut, tolonglah saya, kamu memiliki banyak makanan, berilah saya makanan.&#8217;</p>
<p>Nah anak-anak, tugas kalian adalah menulis akhir cerita tersebut.</p>
<p>Anak laki-laki ibu, mengangkat tangan. &#8220;Guru, bolehkan saya menggambar?&#8221;</p>
<p>&#8220;Tentu saja, kalau kamu suka, kamu boleh menggambar. Tetapi pertama-tama kamu harus menulis akhir cerita itu dulu.&#8221;</p>
<p>Kertas-kertas dikumpulkan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kebanyakan murid menulis bahwa Semut membagi makanannya selama musim dingin dan baik semut maupun Belalang bertahan hidup.</p>
<p>Seperti biasanya, beberapa anak menulis, &#8216;Semut itu berkata, &#8220;Tidak, Belalang. Kamu seharusnya bekerja selama musim panas dan tidak bermain-main. Sekarang, saya hanya memiliki cukup makanan untuk diri saya sendiri.&#8221; Jadi Semut itu hidup dan belalang meninggal.</p>
<p>Tetapi anak laki-laki ibu mengakhiri cerita dengan cara yang sangat berbeda.</p>
<p>Dia menulis, &#8220;Jadi Semut itu memberikan semua dari makanannya kepada Belalang; Belalang melalui musim dingin itu dan hidup. Tetapi sang Semut meninggal.&#8221;</p>
<p>Di dasar halaman, Mark menggambar tiga salib. &#8220;Dia memberikan segalanya untuk kita supaya kita beroleh hidup.&#8221;</p>
<p>Yesus mati agar kita hidup. Yesus hidup agar kita selamat. (Anonim)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/primandaruwidjaya.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/primandaruwidjaya.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/primandaruwidjaya.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/primandaruwidjaya.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/primandaruwidjaya.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/primandaruwidjaya.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/primandaruwidjaya.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/primandaruwidjaya.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/primandaruwidjaya.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/primandaruwidjaya.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/primandaruwidjaya.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/primandaruwidjaya.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/primandaruwidjaya.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/primandaruwidjaya.wordpress.com/256/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=primandaruwidjaya.wordpress.com&amp;blog=6024128&amp;post=256&amp;subd=primandaruwidjaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://primandaruwidjaya.wordpress.com/2009/05/06/semut-dan-belalang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d723d796702db2303aadbb00ec97f38d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">primandaruwidjaya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Satu Senar</title>
		<link>http://primandaruwidjaya.wordpress.com/2009/04/02/satu-senar/</link>
		<comments>http://primandaruwidjaya.wordpress.com/2009/04/02/satu-senar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Apr 2009 07:04:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>primandaruwidjaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspiring Stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://primandaruwidjaya.wordpress.com/?p=239</guid>
		<description><![CDATA[Niccolo Paganini, seorang pemain biola yang terkenal di abad 19, memainkan konser untuk para pemujanya yang memenuhi ruangan. Dia bermain biola dengan diiringi orkestra penuh. Tiba-tiba salah satu senar biolanya putus. Keringat dingin mulai membasahi dahinya tapi dia meneruskan memainkan lagunya. Kejadian yang sangat mengejutkan senar biolanya yang lain pun putus satu persatu hanya meninggalkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=primandaruwidjaya.wordpress.com&amp;blog=6024128&amp;post=239&amp;subd=primandaruwidjaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="null"><img class="alignleft" title="Biola" src="http://www.webdesignskolan.com/photoshop/alla_bilder/violin.jpg" alt="" width="289" height="426" /></a>Niccolo Paganini, seorang pemain biola yang terkenal di abad 19, memainkan konser untuk para pemujanya yang memenuhi ruangan. Dia bermain biola dengan diiringi orkestra penuh.</p>
<p>Tiba-tiba salah satu senar biolanya putus. Keringat dingin mulai membasahi dahinya tapi dia meneruskan memainkan lagunya. Kejadian yang sangat mengejutkan senar biolanya yang lain pun putus satu persatu hanya meninggalkan satu senar, tetapi dia tetap main. Ketika para penonton melihat dia hanya memiliki satu senar dan tetap bermain, mereka berdiri dan berteriak, &#8220;Hebat, hebat.&#8221;</p>
<p>Setelah tepuk tangan riuh memujanya, Paganini menyuruh mereka untuk duduk. Mereka menyadari tidak mungkin dia dapat bermain dengan satu senar. Paganini memberi hormat pada para penonton dan memberi isyarat pada dirigen orkestra untuk meneruskan bagian akhir dari lagunya itu.</p>
<p>Dengan mata berbinar dia berteriak, &#8220;Peganini dengan satu senar.&#8221; Dia menaruh biolanya di dagunya dan memulai memainkan bagian akhir dari lagunya tersebut dengan indahnya. Penonton sangat terkejut dan kagum pada kejadian ini.</p>
<p>Hidup kita dipenuhi oleh persoalan, kekuatiran, kekecewaan dan semua hal yang tidak baik. Secara jujur, kita seringkali mencurahkan terlalu banyak waktu mengkonsentrasikan pada senar kita yang putus dan segala sesuatu yang kita tidak dapat ubah.</p>
<p>Apakah anda masih memikirkan senar-senar Anda yang putus dalam hidup Anda? Apakah senar terakhir nadanya tidak indah lagi? Jika demikian, saya ingin menganjurkan jangan melihat ke belakang, majulah terus, mainkan senar satu-satunya itu. Mungkinkanlah itu dengan indahnya. Tuhan akan menolong Anda. (Anonim)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/primandaruwidjaya.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/primandaruwidjaya.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/primandaruwidjaya.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/primandaruwidjaya.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/primandaruwidjaya.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/primandaruwidjaya.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/primandaruwidjaya.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/primandaruwidjaya.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/primandaruwidjaya.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/primandaruwidjaya.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/primandaruwidjaya.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/primandaruwidjaya.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/primandaruwidjaya.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/primandaruwidjaya.wordpress.com/239/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=primandaruwidjaya.wordpress.com&amp;blog=6024128&amp;post=239&amp;subd=primandaruwidjaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://primandaruwidjaya.wordpress.com/2009/04/02/satu-senar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d723d796702db2303aadbb00ec97f38d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">primandaruwidjaya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.webdesignskolan.com/photoshop/alla_bilder/violin.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Biola</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Panah (1)</title>
		<link>http://primandaruwidjaya.wordpress.com/2009/03/29/panah-1/</link>
		<comments>http://primandaruwidjaya.wordpress.com/2009/03/29/panah-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Mar 2009 13:36:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>primandaruwidjaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspiring Stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://primandaruwidjaya.wordpress.com/?p=236</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika, hiduplah seorang bijak yang mahir memanah dan mempunyai tiga orang murid yang setia. Ketiga pemuda tersebut, amatlah tekun menerima setiap pelajaran yang diberikan oleh guru tuanya itu. Mereka bertiga sangat patuh, dan tumbuh menjadi 3 orang pemanah yang ulung. Telah banyak buruan yang mereka dapatkan. Bidikan mereka bertiga sangatlah jitu. Sampai suatu ketika, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=primandaruwidjaya.wordpress.com&amp;blog=6024128&amp;post=236&amp;subd=primandaruwidjaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu ketika, hiduplah seorang bijak yang mahir memanah dan mempunyai tiga orang murid yang setia. Ketiga pemuda tersebut, amatlah tekun menerima setiap pelajaran yang diberikan oleh guru tuanya itu. Mereka bertiga sangat patuh, dan tumbuh menjadi 3 orang pemanah yang ulung. Telah banyak buruan yang mereka dapatkan. Bidikan mereka bertiga sangatlah jitu. Sampai suatu ketika, tibalah saat untuk ujian bagi ketiganya.</p>
<p>Sang guru, kemudian memilih lokasi ujian di sekitar tempat mereka belajar. Pilihannya jatuh pada sebuah pohon besar dengan latar belakang gunung yang indah. Diletakkannya sebuah burung kayu, pada cabang pohon itu. Setelah mengambil jarak beberapa puluh meter, Ia lalu berkata, &#8220;Muridku, lihatlah ke arah gunung itu, apa yang akan kau bidik &#8230;&#8221;</p>
<p>Murid pertama maju ke depan. Busur dan anak panah telah disiapkan. Dengan lantang, ia menjawab, &#8220;Aku melihat sebuah batang pohon. Itulah sasaran bidikanku.&#8221; Sang guru tersenyum. Ia memberikan tanda, agar muridnya itu menunda bidikannya. Sesaat kemudian, murid yang kedua pun melangkah mendekat. &#8220;Bukan. Aku melihat sebuah burung. Itulah sasaran bidikanku. Biarkan aku memanahnya Guru,&#8221; seru murid itu, &#8220;Nanti, kita bisa memanggang burung yang lezat untuk makan siang.&#8221;</p>
<p>Sang guru kembali tersenyum. Diisyaratkan tanda agar jangan memanah dulu. Ia bertanya kepada murid yang ketiga. &#8220;Apa yang kau lihat ke arah gunung itu?&#8221; Murid ketiga terdiam. Ia mengambil sebuah anak panah. Direntangkannya tali busur, dibidiknya ke arah pohon tadi. Tali-tali itu menegang kuat. &#8220;Aku hanya melihat bola mata seekor burung-burungan kayu. Itulah bidikanku.&#8221; Diturunkannya busur itu. Tali-tali panah tak lagi meregang. Sang Guru kembali tersenyum, namun kali ini, dengan rasa bangga yang penuh.</p>
<p>&#8220;Muridku, sejujurnya, kalian semua layak untuk lulus ujian ini. Namun, ada satu hal yang perlu kalian ingat dalam memanah. Fokus. Sekali lagi, fokus. Tentukan bidikan kalian dengan cermat. Tujuan yang jelas, akan selalu meniadakan hal-hal yang menjadi penganggunya.&#8221; Ia kembali melanjutkan, &#8220;Sebuah keberhasilan bidikan, akan ditentukan dari tingkat kesulitan yang dihadapinya. Sebuah pohon besar dan burung, tentu adalah sasaran yang paling mudah untuk didapat. Namun, bisa mendapatkan bidikan pada bola mata burung-burungan kayu, itulah yang perlu kalian terus latih.&#8221;</p>
<p>Teman, memanah, adalah sama halnya dengan hidup. Kita pun perlu mempunyai fokus. Kita butuh sasaran dan tujuan. Memang, selalu ada banyak godaan-godaan pilihan yang harus dibidik. Selalu ada ribuan sasaran yang akan kita tuju dalam hidup. Ada bidikan yang sulit, dan ada pula bidikan yang sangat mudah.</p>
<p>Namun, kita harus jeli. Kita wajib untuk cermat. Dan, sudahkan kita tentukan tujuan hidup kita dengan jeli dan dengan cermat? Tujuan yang terfokus, mungkin bukanlah hadir pada hal-hal yang besar. Tujuan yang terfokus, kerap ada pada sesuatu yang kecil, yang kadang sering dianggap remeh. Karena itulah mari, bidiklah setiap sasaran itu dengan jeli. Siapkanlah &#8220;busur dan panah&#8221; hidup kita dengan cermat. (Anonim)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/primandaruwidjaya.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/primandaruwidjaya.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/primandaruwidjaya.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/primandaruwidjaya.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/primandaruwidjaya.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/primandaruwidjaya.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/primandaruwidjaya.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/primandaruwidjaya.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/primandaruwidjaya.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/primandaruwidjaya.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/primandaruwidjaya.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/primandaruwidjaya.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/primandaruwidjaya.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/primandaruwidjaya.wordpress.com/236/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=primandaruwidjaya.wordpress.com&amp;blog=6024128&amp;post=236&amp;subd=primandaruwidjaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://primandaruwidjaya.wordpress.com/2009/03/29/panah-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d723d796702db2303aadbb00ec97f38d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">primandaruwidjaya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Selalu Ada Jalan Keluar</title>
		<link>http://primandaruwidjaya.wordpress.com/2009/03/29/selalu-ada-jalan-keluar/</link>
		<comments>http://primandaruwidjaya.wordpress.com/2009/03/29/selalu-ada-jalan-keluar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Mar 2009 13:17:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>primandaruwidjaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspiring Stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://primandaruwidjaya.wordpress.com/2009/03/29/selalu-ada-jalan-keluar/</guid>
		<description><![CDATA[Dua ekor katak tak sengaja terjatuh ke dalam sebuah tong yang penuh dengan krim. Mereka berenang ke sana ke mari dengan panik dan berusaha melompat keluar dari tong itu. Akhirnya, ada seekor katak yang kelelahan dan menyerah. Dia mengeluh, &#8220;Tidak ada gunanya berenang ke sana ke mari!&#8221; Dia mengayunkan kakinya untuk terakhir kalinya, lalu tenggelam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=primandaruwidjaya.wordpress.com&amp;blog=6024128&amp;post=234&amp;subd=primandaruwidjaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dua ekor katak tak sengaja terjatuh ke dalam sebuah tong yang penuh dengan krim. Mereka berenang ke sana ke mari dengan panik dan berusaha melompat keluar dari tong itu. </p>
<p>Akhirnya, ada seekor katak yang kelelahan dan menyerah. Dia mengeluh, &#8220;Tidak ada gunanya berenang ke sana ke mari!&#8221; Dia mengayunkan kakinya untuk terakhir kalinya, lalu tenggelam dalam keputusasaan. Dia gagal.</p>
<p>Tinggal sang katak yang lainnya. Dia benar-benar berbeda. Dia tidak mau menyerah. Selalu ada jalan keluar, pikirnya. Dia terus berenang, mempertahankan hidupnya. </p>
<p>Dan suatu kejutan baginya. Krim itu perlahan tapi pasti mulai berubah. Ya, berubah mengeras dan menjadi mentega. Akhirnya, dia mendapat pijakan yang kuat dan melompat keluar dari tong itu.</p>
<p>Ah, jika saja Anda tidak menyerah dan terus berusaha, Anda pasti bisa menendang masalah itu keluar dari kehidupan Anda..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/primandaruwidjaya.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/primandaruwidjaya.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/primandaruwidjaya.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/primandaruwidjaya.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/primandaruwidjaya.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/primandaruwidjaya.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/primandaruwidjaya.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/primandaruwidjaya.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/primandaruwidjaya.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/primandaruwidjaya.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/primandaruwidjaya.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/primandaruwidjaya.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/primandaruwidjaya.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/primandaruwidjaya.wordpress.com/234/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=primandaruwidjaya.wordpress.com&amp;blog=6024128&amp;post=234&amp;subd=primandaruwidjaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://primandaruwidjaya.wordpress.com/2009/03/29/selalu-ada-jalan-keluar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d723d796702db2303aadbb00ec97f38d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">primandaruwidjaya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yesus Dalam Sebuah Rumah</title>
		<link>http://primandaruwidjaya.wordpress.com/2009/03/16/yesus-dalam-sebuah-rumah/</link>
		<comments>http://primandaruwidjaya.wordpress.com/2009/03/16/yesus-dalam-sebuah-rumah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2009 09:29:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>primandaruwidjaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspiring Stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://primandaruwidjaya.wordpress.com/?p=231</guid>
		<description><![CDATA[Seorang pemuda yang kaya raya tinggal di sebuah rumah yang sangat  besar dengan lusinan kamar. Setiap kamar lebih nyaman dan lebih indah dibandingkan kamar sebelumnya. Di dalam rumah itu terdapat berbagai karya seni lukis dan pahatan, lampu-lampu kristal, serta pegangan tangan berukir berlapis emas pada setiap tangga. Lebih indah dari apa yang kebanyakan orang pernah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=primandaruwidjaya.wordpress.com&amp;blog=6024128&amp;post=231&amp;subd=primandaruwidjaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" title="at home" src="http://arlingtonfriendshouse.org/house1.jpg" alt="" width="550" height="360" />Seorang pemuda yang kaya raya tinggal di sebuah rumah yang sangat  besar dengan lusinan kamar. Setiap kamar lebih nyaman dan lebih indah dibandingkan kamar sebelumnya. Di dalam rumah itu terdapat berbagai karya seni lukis dan pahatan, lampu-lampu kristal, serta pegangan tangan berukir berlapis emas pada setiap tangga. Lebih indah dari apa yang kebanyakan orang pernah melihat.</p>
<p>Suatu hari pemuda tersebut memutuskan untuk mengundang Tuhan datang dan tinggal bersamanya di rumah itu. Ketika Tuhan datang, pemuda ini menawarkan kepadaNya kamar yang terbaik di dalam rumah itu. Kamar tersebut terletak di ujung bagian atas.</p>
<p>&#8220;Yesus, kamar ini milikMu! Tinggallah selama Engkau mau dan lakukan apa yang Engkau mau lakukan di dalam kamar ini. Ingat, ini adalah  kamarMu.&#8221;</p>
<p>Malam harinya, ketika pemuda tersebut sudah bersiap untuk istirahat, terdengar bunyi ketukan yang sangat keras di pintu depan. Mendengar ketukan itu, pemuda tersebut turun untuk membukakan pintu. Ketika dia membuka pintu, dia melihat bahwa iblis telah mengirim tiga roh jahat untuk menyerangnya. Dia dengan cepat menutup pintu, tetapi salah satu roh jahat mengganjal pintu itu dengan kakinya. Beberapa saat kemudian, setelah bertarung dengan sekuat tenaga, pemuda tersebut berhasil menutup dan mengunci pintu kemudian kembali ke kamarnya dalam keadaan sangat lelah.<span id="more-231"></span></p>
<p>&#8220;Bayangkan!&#8221; pikir pemuda itu. &#8220;Yesus ada di atas, tidur dalam ruangan yang terbaik sedangkan saya bertarung melawan roh-roh jahat di bawah. Oh, mungkin Dia tidak mendengar.&#8221; Pemuda itu tidur sangat sebentar malam itu.</p>
<p>Keesokan harinya, segala sesuatunya berjalan dengan normal dan karena merasa sangat lelah, pemuda tersebut tidur agak awal pada malam harinya. Sekitar tengah malam, terdengar ada yang menggedor-gedor pintu depan seolah-olah akan mendobrak pintu. Pemuda tersebut menuruni tangga lagi dan membuka pintu serta menjumpai lusinan roh jahat berusaha masuk ke dalam rumahnya yang indah. Selama lebih dari tiga jam pemuda itu bertarung melawan mereka dan akhirnya membuat mereka mundur, cukup untuk menutup pintu. Pemuda itu sangat kehabisan tenaga. Dia sama sekali tidak mengerti. Mengapa Tuhan tidak datang untuk menolong? Mengapa Dia membiarkan aku bertarung seorang diri? Dengan gundahnya, dia berjalan ke sofa dan tidur dengan tidak nyaman.</p>
<p>Keesokan paginya, dia memutuskan untuk bertanya kepada Tuhan mengenai segala yang terjadi pada dua malam tersebut. Perlahan-lahan dia berjalan ke kamar tidur yang sangat indah di mana Yesus ia tempatkan.</p>
<p>&#8220;Yesus,&#8221; panggilnya sambil mengetuk pintu. &#8220;Tuhan, aku tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Selama dua malam ini saya harus bertarung membuat si jahat pergi dari pintu rumahku, sementara Engkau tidur di sini. Tidakkah Engkau memperhatikanku? Bukankah aku telah memberikan kepadaMu ruangan yang terbaik di dalam rumah ini?&#8221;</p>
<p>Pemuda tersebut melihat Yesus menitikkan air mata, tetapi dia meneruskan, &#8220;Aku tidak mengerti, aku berpikir bahwa jika aku mengundangMu untuk tinggal bersamaku, Engkau akan menjagaku, dan aku berikan kepadaMu kamar yang terbaik dalam rumahku. Apalagi yang harus aku perbuat?&#8221;</p>
<p>&#8220;Anakku yang kukasihi,&#8221; Yesus berkata dengan sangat lembut. &#8220;Aku sungguh-sungguh mengasihi engkau dan sangat memperhatikanmu. Aku melindungi apa yang engkau berikan kepadaKu untuk Kujaga. Tetapi ketika engkau mengundangKu untuk datang dan tinggal di sini, engkau membawaKu ke kamar yang indah ini dan menutup pintu ke bagian lain dari rumah ini. Aku menjadi Tuhan atas kamar ini dan tidak ada roh jahat yang bisa masuk kemari.&#8221;</p>
<p>&#8220;Oh, Tuhan, ampuni aku. Ambillah seluruh rumahku &#8211; semuanya milikMu. Aku menyesal tidak menyerahkan kepadaMu seluruhnya. Aku ingin Engkau mengatur semuanya.&#8221; Sambil berkata demikian, dia membuka pintu kamar itu dan berlutut di kaki Yesus. &#8220;Tuhan, ampuni aku karena aku hanya memikirkan diriku sendiri.&#8221;</p>
<p>Yesus tersenyum dan berkata bahwa Dia telah mengampuni pemuda itu dan Dia akan mengatur segala sesuatunya mulai saat itu. Malam itu, ketika si pemuda bersiap untuk tidur dia berpikir, &#8220;Aku ingin tahu apakah roh-roh jahat itu akan kembali, aku bosan menghadapi mereka setiap malam.&#8221;  Tapi dia tahu bahwa Yesus akan membereskan semuanya sejak saat itu.</p>
<p>Sekitar tengah malam, terdengar suara menggedor-gedor pintu yang sangat menakutkan. Si pemuda keluar dari kamarnya dan melihat Yesus menuruni tangga. Dia menyaksikan dengan penuh kekaguman ketika Yesus membuka pintu, tanpa merasa takut. Setan berdiri di muka pintu meminta  untuk masuk.</p>
<p>&#8220;Apa yang engkau inginkan?&#8221;, tanya Tuhan.</p>
<p>Si iblis menunduk di hadapan Tuhan, &#8220;Maaf, tampaknya saya salah alamat.&#8221; Dengan perkataan tersebut iblis dan pasukannya pergi menjauh.</p>
<p>Inti dari kisah ini adalah: Yesus menginginkan engkau seutuhnya, bukan hanya sebagian. Dia akan mengambil semua yang engkau berikan kepadaNya, dan tidak lebih dari itu. Seberapa bagian dari hati yang telah engkau berikan kepada Tuhan? Masih adakah bagian yang tidak engkau berikan kepadaNya? Mungkin serangan-serangan itu akan datang semakin dahsyat dari hari ke hari. Mengapa tidak membiarkan Tuhan berperang untukmu? Dia selalu menang. Tuhan membuat segala sesuatunya mudah bagi manusia, segala kerumitan manusia berasal dari dirinya sendiri. (Jesus in the House&#8221; &#8211; Jonathan L. Williams)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/primandaruwidjaya.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/primandaruwidjaya.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/primandaruwidjaya.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/primandaruwidjaya.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/primandaruwidjaya.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/primandaruwidjaya.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/primandaruwidjaya.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/primandaruwidjaya.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/primandaruwidjaya.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/primandaruwidjaya.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/primandaruwidjaya.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/primandaruwidjaya.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/primandaruwidjaya.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/primandaruwidjaya.wordpress.com/231/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=primandaruwidjaya.wordpress.com&amp;blog=6024128&amp;post=231&amp;subd=primandaruwidjaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://primandaruwidjaya.wordpress.com/2009/03/16/yesus-dalam-sebuah-rumah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d723d796702db2303aadbb00ec97f38d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">primandaruwidjaya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arlingtonfriendshouse.org/house1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">at home</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
